Posted by: admin | October 23, 2013


Perluasan Akses Pendidikan: Kemdikbud-Tanoto Foundation Berikan 230 Beasiswa.
10/21/2013 (All day)

Jakarta–Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Tahun 2012 mencatatkan terdapat peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi untuk penduduk usia 19-23 tahun, yaitu dari 17 persen di tahun 2007, menjadi 30 persen di tahun 2012. Artinya, jumlah persentase lulusan sekolah menengah yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi lebih besar.

Faktanya, terdapat kendala ekonomi untuk mengakses PTN. Sedangkan, pemerintah mencatatkan terdapat bonus demografi di tahun 2020-2030. Maksudnya, sebanyak 70 persen populasi Indonesia akan berada pada usia angkatan kerja (15-64 tahun) di tahun tersebut. Disinilah peningkatan akses, dan kualitas pendidikan semakin mendesak untuk ditempuh.

Demikian pernyataan tersebut disampaikan Anggota Board of Trustees Tanoto Foundation Imelda Tanoto saat memberikan sambutan penandatangan nota perjanjian kerjasama pemberian beasiswa antara Kemdikbud-Tanoto Foundation, di Komplek Kemdikbud, Jakarta, hari ini (21/10).

Nota perjanjian antara Kemdikbud-Tanoto Foundation berisikan kerjasama pemberian beasiswa sebanyak 230 bagi mahasiswa berprestasi, dari sembilan mitra perguruan tinggi negeri. “Untuk periode 2014/2015, kami menambah jumlah perguruan tinggi menjadi 9 PTN, dari tujuh mitra PTN di tahun sebelumnya” ujar Ketua Pengurus Tanoto Foundation Sihol Aritonang kepada tim peliput Kemdikbud.

Adapun kesembilan PTN itu adalah Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Jambi, Universitas Mulawarman, Universitas Riau, dan Universitas Sumatera Utara.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M.Nuh mengungkapkan apresiasi terhadap kerjasama pemberian beasiswa ini. “Kami sangat berterimakasih kepada pihak lain (selain pemerintah) yang turut serta berperan meningkatkan akses dan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Mendikbud Afirmasi Penerima Beasiswa.
Ditemui seusai penandatanganan nota kesepahaman pemberian beasiswa, Mendikbud Nuh menyempatkan diri untuk menyapa para mahasiswa penerima beasiswa. Mereka berasal dari ketujuh PTN mitra.

Sinta, salah satu penerima beasiswa yang berkuliah di Universitas Indonesia, menceritakan prestasi Indeks Prestasi Kumulatif yang diperoleh, yaitu 3,65. Dia sekarang berada di semester tiga program studi Ilmu Komunikasi.

“Wah, bagus ya! Tetap semangat ya berprestasi,” ujar menteri Nuh.

Beasiswa itu untuk menyemangati siswa agar semakin berprestasi. “Jadi, kami berharap para siswa disini d apat lebih berprestasi ya,” tutupnya saat mengafirmasi siswa yang hadir pada acara tersebut. (GG)

Indeks Berita

Posted by: admin | January 8, 2013


MK Bubarkan RSBI

 

Selasa, 08 Januari 2013, 15:31 WIB

 

Republika/Amin Madani

 

 

MK Bubarkan RSBI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengabulkan gugatan pendirian Rintisan Sekolah Rintisan Internasional (RSBI).

“Mengabulkan permohonan untuk seluruhnya,” kata Mahfud di gedung MK, Selasa (8/1).

Dalam sidang kali ini, putusan sembilan hakim konstitusi tidak bulat. Wakil Ketua MK Achmad Sodiki memilih dissenting opinion dan tidak setuju RSBI dibubarkan.

Untuk diketahui, Pengujian pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas ini dimohonkan sejumlah orang tua murid dan aktivis pendidikan yang mengaku tak bisa mengakses satuan pendidikan RSBI/SBI ini lantaran sangat mahal.

Mereka adalah Andi Akbar Fitriyadi, Nadia Masykuria, Milang Tauhida (orang tua murid), Juwono, Lodewijk F Paat, Bambang Wisudo, Febri Antoni Arif (aktivis pendidikan).

Mereka menilai pasal yang mengatur penyelenggaraan satuan pendidikan bertaraf internasional itu diskriminatif. Keberadaan pasal itu menimbulkan praktek perlakuan yang berbeda antara sekolah umum dan RSBI/SBI.

Misalnya, dalam sekolah umum fasilitasnya minim dan guru-gurunya kurang memenuhi kualifikasi. Sementara di sekolah RSBI fasilitas lengkap dan guru-gurunya berkualitas.

Jika pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas tetap dipertahankan potensi pembatasan akses hak warga negara untuk mengenyam kualitas pendidikan yang baik akan terus dilanggar. Para pemohon meminta MK membatalkan pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas karena bertentangan dengan Pasal 28C ayat (1), Pasal 28I ayat (2), Pasal 32 ayat (1), (2), (3), Pasal 36 UUD 1945.

Redaktur: Fernan Rahadi

Reporter: Erik Purnama Putra

Dalam mensukseskan program penghijauan sekolah (Green School) dinas pendidikan Kota Singkawang beserta jajaran guru dan kepala sekolah melakukan program penanaman pohon di lingkungan Kota Singkawang. Pada hari kamis dan jumat tanggal 19 dan 20 Januari 2012 yang lalu SDN 03 dan SDN 06 Tengah yang kebagian didatangi oleh kabid DIKDAS dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang.

Acara penanaman pohon dalam rangka sekolah hijau (Green School) tersebut dihadiri oleh seluruh siswa dan siswi di lingkungan sekolah, seluruh Kepala Sekolah Gugus 3 Singkawang Tengah, serta seluruh guru dan kepala sekolah se kecamatan Singkawang Tengah dan Timur. Acara penanaman pohon berjalan dengan lancar disaksikan oleh seluruh peserta diiringi dengan canda gurau dari peserta serta guru dan kepala sekolah yang hadir.

Diharapkan program Sekolah Hijau (green School) ini dapat di sebar luaskan serta di laksanakan di seluruh sekolah yang ada di lingkungan pemerintahan Kota singkawang dalam rangka mempercantik sekolah dengan penghijauan serta mensukseskan program dunia dalam menghentikan Global Warming yang semakin mengancam dunia kita. Admin

Posted by: admin | January 17, 2012

Uji Kompetensi


Jakarta — Kompetensi guru tetap menjadi fokus perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M.Nuh menyatakan, profesionalisme guru harus mencakup empat kompetensi yaitu akademik, sosial, profesi, dan pedagogik. Untuk itu, uji kompetensi akan diberlakukan tahun ini kepada para guru, terutama guru baru yang belum mendapatkan sertifikasi. Hal yang terpenting, uji kompetensi itu tidak akan melampaui batasan guru yang bertugas. Artinya, materi yang diujikan adalah materi sesuai dengan jenjang pendidikan yang diajar.

Menteri Nuh mencontohkan, seorang guru sekolah dasar (SD) akan mendapatkan materi pelajaran SD untuk uji kompetensi, bukan perguruan tinggi. “Sehingga, guru tidak perlu khawatir dengan uji kompetensi ini. Uji ini untuk memastikan guru mengajar sesuai dengan materi bahan ajarnya” kata Menteri Nuh di sela-sela konferensi video dengan para rektor, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi, dan guru di Ruang Situasi Kemdikbud, Senin (16/12).

Mendikbud menambahkan, uji kompetensi hanya diberlakukan bagi para guru yang belum mendapat sertifikasi. “Jadi, bagi guru yang sudah sertifikasi terus berjalan seperti biasa.” (Grace)www.kemdiknas.go.id

Posted by: admin | January 17, 2012

Sosialisasi Gugus dan Evaluasi Program PAUD 2011


Dinas Pendidikan Kota Singkawang dalam kesempatan ini mengadakan rapat “Sosialisasi Gugus PAUD dan Evaluasi Program PAUD 2011″ yang diadakan di aula Dinas Pendidikan pada tanggal 12 Januari 2012 lalu. Rapat dihadiri oleh kepala TK dan pengelola PAUD se-Kota Singkawang.

Pembahasan mengenai sosialisai gugus paud, tunjangan guru TK non PNS, insentif pendidik PAUD dengan nara sumbernya adalah penilik, kepala bidang serta kasi PAUD lingkungan Dinas Pendidikan Kota Singkawang.(admin)

Posted by: admin | January 16, 2012

Sosialisasi Ujian Sekolah/Ujian Nasional 2012


Singkawang (13/01/2012)

Dinas Pendidikan Kota Singkawang mengadakan sosialisai Ujian Sekolah/Ujian Nasional SD dan SMP di Aula Dinas Pendidikan Kota Singkawang yang di hadiri oleh seluruh Kepala Seolah SD/MI dan SMP/MTs. Dimana dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang melalui Bidang Pendidikan Dasar mengharapkan agar pelaksanaan Ujian sekolah dan Ujian Nasional jenjang SD dan SMP dapat berjalan sesuai dengan jadwal/ Kalender pendidikan yang telah di tetapkan, Proses Ujian Sekolah/Ujian Nasional merupakan salah satu tolok ukur tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan pendidikan di kota singkawang, Kepala Dinas berharap seluruh sekolah agar mempersiapakan jajaranya untuk mempersiakan siswa-siswinya menghadapi ujian Sekolah/Ujian Nasional yang tidak lama lagi akan dilaksanakan.

Dalam kesempatan ini juga Kepala Dinas Pendidikan melalui kepala sekolah agar dalam setiap kegiatan proses pendidkan selalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan melaporkan keadaan yang terkini di sekolah, hal ini dimaksudkan agar terbiasa dalam tertib administrasi dan laporan sehingga setiap kekurangan bisa di evaluasi sehingga kualitas pendidikan di Kota Singkawang bisa di capai. (admin)

Posted by: admin | October 26, 2011

SEMINAR KOMITE PENDIDIKAN


Singkawang, Dinas pendidikan. Pelaksanaan seminar Komite pendidikan Kota singkawang yang dibuka langsung oleh Wakil Walikota Singkawang R. Edy Yacob, didalam kesempatan yang baik tersebut wakil walikota menyampaikan pesan untuk seluruh Komite Sekolah di Kota Singkawang agar bersinergi secara positif dengan stakeholder pendidikan di kota singkawang, dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru dan Orang Tua Murid dalam rangka membangun dan menciptakan dunia Pendidikan di Kota Singkawang agar menjadi lebih baik dan berkualitas. Pelaksanaan Seminar Komite Pendidikan dilaksanakan dua hari dengan tujuan membangun Manajemen berbasis Sekolah (MBS), yaitu model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah, memberikan fleksibelitas lebih besar untuk mengelola sumber daya sekolah, meningkatkan pratisipasi secara langsung warga sekolah ( Guru, siswa, kepsek dan karyawan) serta masyarakat (lingkungan) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan dan perundang-undangan yang berlaku (admin)

 

 

Posted by: admin | October 20, 2011

PELATIHAN ICT – JEJARING SEKOLAH UNTUK E- PEMBELAJARAN


Dalam rangka memantapkan pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang pengembangan dan pemanfaatan jejaring e-pendidikan, khususnya untuk mendukung dan mempercepat tercapainya layanan prima pendidikan perlu adanya peningkatan kemampuan SDM pengelola jaringan komputer dan informasi di sekolah. Untuk itu diperlukan pelatihan pengelola jejaring e-pendidikan. Pelatihan ini dilaksanankan pada tanggal 20 s/d 21 Oktober 2011 di Dinas Pendidikan Kota Singkawang

Peserta pelatihan ini merupakan teknisi/ pengelola TIK di sekolah. Dan pelatihan ini peserta diharpakan dapat menidentifikasi dan menganalisa kebutuhan infrastruktur serta pengelolaannya dan pemanfaatan jejarin e-pendidikan khususnya un tuk e-pembelajaran.

selanjutnya untuk menambah wawasan dan ketrampilan peserta pelatihan akan diberikan praktek-praktek langsung dari teknisi jardiknas pusat, selain itu akan membahas tentang pemamnfaatan jardiknas dan solusi permasalahan teknis yg terjadi dalam pengeloalaan jejaring e-pendidikan. Pelatihan ini juga dapat dijadikan sebagai wahana untuk saling belajar, tukar pengalaman, saling berkoordinasi dan berkonsultasi tentang pengembangan dan pemanfaatan jejaring e-pendidikan.

Hasil dari pelaksanaan pelatihan ini antaralain, dapat menidentifikasi keleng

kapan perangkat jaringan berupa software dan hardware, membuat analisa perencanaan dan desain perancangan infrastruktur jaringan, membuat/melakukan konfigurasi perangkat jaringan wireline dan wireless, dan membuat/konfigurasi server, serta mempraktekan teknik pengendalian jaringan.

Posted by: admin | October 18, 2011

YOHANES SURYA INSTITUT


Anak Paling Bodoh pun Bisa Jadi Juara Olimpiade
Selasa, 18 Oktober 2011 11:58 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Prof Yohanes Surya, membuktikan bahwa anak yang paling bodoh sekalipun bisa dilatih untuk berprestasi. Kepala Surya Institute, lembaga training matematika ini mengatakan 90 anak dari Papua yang berlatih di Surya Institute bisa mendapatkan prestasi yang luar biasa.

“Ada yang dulu tidak bisa menghitung, sekarang mendapatkan perunggu di olimpiade nasional. Ada pula yang empat tahun tinggal kelas sekarang mendapatkan perunggu di lomba robot,” kata Yohanes, penulis buku Mestakung ini.

Ia menceritakan, sengaja melatih anak yang dianggap paling bodoh di Papua. Anak-anak ini dilatih selama enam bulan dan pengalami perkembangan prestasi yang luar biasa. Ia menegaskan, tidak ada anak yang bodoh.

“Semua anak dilahirkan pintar,” ujarnya. Ia mengatakan dengan berlatih berhitung secara terus menerus, maka anak akan terbiasa sehingga bisa pintar pelajaran matematika.

Ia sengaja meminta kepada pemerintah daerah untuk meberikan empat anak yang paling bodoh untuk dilatih. Bagi mereka yang dikirim oleh Pemda, seluruh biaya hidup ditanggung oleh daerah tersebut.

Surya Institute yang bertempat di Serpong, Tangerang mendapatkan bantuan berupa 2000 unit komputer dan 100 juta rupiah dari Danamon dan Manulife Financial. Pemberian ini diberikan sebagai dana CSR oleh dua perusahaan, Selasa (18/10). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan ini terhadap pendidikan.

Posted by: admin | May 10, 2011

OOSN 2011 Kalimantan Barat


Singkawang Raih Juara Umum Lomba Seni dan Sastra

Kota Singkawang berhasil menyabet Juara Umum dalam Lomba Festival Seni dan Sastra Siswa SMP Tingkat Propinsi Kalimantan Barat, Tahun 2011.

Asmadi, S.Pd Kasi Kesiswaan Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kota Singkawang menjelaskan, bahwa dari 13 kegiatan festival seni dan sastra siswa SMP Tingkat Propinsi Kalimantan Barat diikuti 14 Kabupaten/Kota. Kegiatan diselenggarakan dari tanggal 6 s.d 8 Mei 2011 di Pontianak. Dari 13 cabang lomba yang diikuti oleh Kota Singkawang, hanya satu saja yang tidak mendapatkan kejuaraan yaitu Lomba Cipta Cerpen. Yang lainnya semua mendapat juara. Tiga berhasil mendapat Medali Emas, 7 buah medali Perak dan 2 buah medali Perunggu berhasil disabet Kota Singkawang. Dengan hasil tersebut Singkawang dinyatakan sebagai Juara Umum Dari 14 Kabupaten/Kota Se Propinsi Kalimantan Barat”. Jelas Asmadi

Jenis lomba yang berhasil meraih Juara l dan mendapat Medali Emas yang diperoleh Kota Singkawang ada tiga kejuaraan, antara lain : Nyanyi Solo yang diwakili Windi dari SMPN 2, Cipta Puisi Volka Viola SMPN3 dan Story Telling Bayu Laksmana SMPN3 Singkawang.

Cabang Lomba yang berhasil diraih Kota Singkawang dengan Juara II dan mendapat Medali Perak antara lain : Cipta Lagu (SMP BRUDER), Seni Kriya (SMP PENGABDI), Desain Motif Batik (SMPN 4), Vokal Group (SMP PENGABDI), Seni Tari (SMP PENGABDI), MTQ Putra (SMPN 3), MTQ Putri (SMP IT).

Dua Cabang kejuaraan yang diikuti Kota Singkawang mendapat juara III dan mendapat Medali perunggu ada dua, antara lain Melukis (SMPN 1) dan Musik Tradisional (SMP Aloysius Gonzaga).

Walikota Singkawang Dr. Hasan Karman, SH, MM ketika dihubungi melalui Ponsel berkaitan dengan hasil lomba tersebut mengungkapkan ”sejak dulu, masyarakat Singkawang akrab dengan budaya yang ada di dalam masyarakat. Seni dan Sastra adalah bagian dari budaya itu sendiri. Jadi tidak heran jika generasi muda kita, terutama para siswa sangat akrab dari seni dan sastra. Saya berharap agar generasi muda di Singkawang tetap bisa menjaga, melestarikan dan menghargai seni dan sastra, karena ini akan membuktikan kita berbudaya. Masyarakat yang tidak menghargai Seni dan Sastra, sama dengan tidak menghargai budaya. Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya jika masyarakat tidak menghargai budaya?”. pungkas Hasan.

(IsHand)

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.