Mendikbud: Apapun Alasannya, Anak Harus Tetap Sekolah


Sat, 05/17/2014 – 12:37
Jakarta, Kemdikbud — Anggi Ahmad Fauzi, siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Dukupuntang, Cirebon, menyampaikan aspirasinya kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Memdikbud) Mohammad Nuh, tentang pungutan biaya Lembar Kerja Siswa (LKS) di sekolah. Kedatangannya diterima Mendikbud di kantornya, pada Jumat sore (16/05/2014).

Anggi menceritakan, pada semester pertama LKS tidak dipungut biaya, tetapi pada semester kedua dipungut biaya. Sekolah meminta siswa membeli buku LKS di tempat fotokopi.

“Saya lihat di internet bahwa buku itu sudah gratis. Kebetulan kantor dinas pendidikan kabupaten tidak jauh dari rumah. Saya datang kesitu menanyakan kalau buku LKS gratis atau tidak, dan menurut dinas pendidikan bahwa LKS gratis,” ungkap Anggi yang tinggal bersama ibunya di Cirebon, sedangkan ayahnya bekerja sebagai penjual ketoprak di Jakarta. Setelah melapor ke dinas pendidikan, kata Anggi, ia dimarahi oleh wakil kepala sekolah.

Mendikbud pun memberikan nasehat kepada Anggi untuk tetap bersekolah. “Saya akan sampaikan ke kepala dinas pendidikan provinsi ataupun kabupaten, agar adik Anggi dapat terus bersekolah. Apapun alasannya anak harus bisa bersekolah,” ungkap Mendikbud saat bertemu Anggi.

Mendikbud menjelaskan, dalam Kurikulum 2013 tidak ada lagi LKS, karena dalam buku kurikulum 2013 semua materi sudah ada. “Kalau buku seperti LKS masih harus membeli, itu memberatkan orang tua, oleh karena itu di kurikulum baru yang akan diterapkan secara keseluruhan di tahun ajaran 2014/2015, buku sudah dibebaskan dari biaya. Saat ini juga sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Menengah, terdapat juga Bantuan Siswa Miskin (BSM) diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu. Sehingga biaya sekolah tambah ringan dan tidak memberatkan orang tua. Intinya anak jangan sampai tidak sekolah,” tegas Mendikbud. (Seno Hartono)

Posted in Uncategorized

Ditjen Dikmen Luncurkan Aplikasi Data Pokok Pendidikan Menengah (Dapodikmen)


gb328 DAPODIKMENJakarta, Ditjen Pendidikan Menengah — Pada tanggal 2 Mei 2014 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), Direktur Jenderal Pendidikan Menengah (Dirjen Dikmen) Kemdikbud, Prof. Achmad Jazidie meluncurkan secara resmi Aplikasi Data Pokok Pendidikan Menengah (DAPODIKMEN) sebagai satu-satunya instrumen pendataan pendidikan menengah yang berlaku di lingkungan Ditjen Dikmen. Acara peluncuran ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pemutaran video aplikasi Dapodikmen di Ruang Sidang, Gedung D, Lantai 11, Senayan Jakarta. Aplikasi Dapodikmen adalah satu aplikasi pendataan yang terintegrasi untuk menjaring data individual sekolah menengah (SMA, SMK dan SMLB), yang dapat diakses dengan alamat web http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id.

Turut hadir dalam acara peluncuran aplikasi tersebut Staf Ahli Menteri Bidang Organisasi dan Manajemen, Prof. Alkaf, para Direktur di lingkungan Ditjen Dikmen, Kepala Pusat Informasi dan Humas, Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan, Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, dan Para pejabat eselon III dan IV di lingkungan Ditjen Dikmen serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam acara peluncuran aplikasi ini, Dirjen Dikmen menyampaikan, bahwa Aplikasi Dapodikmen merupakan aplikasi pengembangan dan penyempurnaan lebih lanjut dari aplikasi sebelumnya.

Dirjen Dikmen menegaskan, bahwa berdasarkan Surat Edaran Mendikbud No. 0293/MPK.A/PR/2014, tidak ada lagi penjaringan data di luar sistem pendataan Dapodik. “Ini sudah menjadi kebijakan menteri”. Di samping itu, ditekankan pula pentingnya data untuk sebuah perencanaan dan perencanaan itu sendiri merupakan langkah awal untuk pengembangan berbagai hal, termasuk di bidang pendidikan.

Sementara Sekretaris Ditjen Dikmen, dalam laporannya menyampaikan bahwa Dapodikmen dibutuhkan juga untuk mendukung suksesnya program Pendidikan Menengah Universal (PMU) dan implementasi Kurikulum 2013. Ditjen Dikmen sudah menyiapkan perangkat lunak (software) Dapodikmen dan buku manual penggunaan aplikasi untuk dibagikan ke sekolah-sekolah sehingga memudahkan operator sekolah dalam menggunakan aplikasi Dapodikmen.(Siswanto) Publisher :Nurjolis/Primadi

Posted in BERITA

Satu Juta Guru PNS Sudah Miliki SK Tunjangan Profesi


gb334Jakarta, Kemdikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menerbitkan sebanyak 1.064.105 SK pencairan tunjangan profesi guru (TPG), terhitung 24 April 2014. Jumlah tersebut sebanding dengan 85,30 persen dari total pemilik sertifikat yaitu 1.247.537 guru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, dengan terbitnya SK pencairan tersebut, ditambah dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri), kabupaten/kota sudah dapat menyalurkan TPG kepada para guru.

“Itulah payung dari kabupaten/kota unutk mencairkan TPG, karena anggarannya sudah ngendon di kabupaten kota,” demikian disampaikan Mendikbud pada jumpa pers usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Kantor Kemdikbud, Jumat (02/05/2014).

SK yang telah dikeluarkan oleh Kemdikbud untuk penyaluran TPG PNSD ini terdiri dari SK untuk guru jenjang PAUD (TK), pendidikan dasar (SD, SMP, SLB), dan pendidikan menengah (SMA dan SMK). Untuk pemilik sertifikat yang lain (14,70 persen) lainnya, sebagian sedang menunggu proses verifikasi dan sebagian lainnya tidak layak mendapatkan SK.

”Persyaratan untuk tunjangan profesi bisa disalurkan, pertama kalau dia sudah ditetapkan berhak mendapatkan TPG dalam bentuk SK,” katanya.

Layak atau tidaknya seseorang mendapatkan SK TPG, kata Mendikbud, dilihat dari kelengkapan persyaratannya. Adapun beberapa alasan yang menyebabkan seseorang tidak memperoleh SK adalah, karena telah pensiun atau meninggal dunia, tidak memenuhi kewajiban 24 jam mengajar, beralih ke jabatan struktural, guru tidak tetap, atau rasio guru dan siswa di sekolah normal kurang dari 1:20. (Aline Rogeleonick), Sumber berita http://www.kemdikbud.go.id, Publisher: Nurjolis/Primadi

Posted in Uncategorized

Operator Kunci Validitas Data Dapodik


dapodik rembukBandung, Kemdikbud — Data yang valid dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, termasuk pengambilan keputusan dalam bidang pendidikan. Validitas data pendidikan tersebut kini tersimpan dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan harus selalu dijaga kondisinya oleh operator sekolah. Di sinilah operator Dapodik di tingkat kabupaten/kota memainkan perannya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Thamrin Kasman, mengimbau agar petugas Kelompok Kerja Datadik (KK Datadik) di tingkat kabupaten/kota senantiasa mengawasi kinerja operator sekolah.
“Anda dengan penuh semangat mengkoordinasi sekolah untuk memiliki kepatuhan, komitmen, dan agenda untuk tiap saat memperbarui data Dapodik,” ujarnya saat membuka Training of Trainers (ToT) Pemanfaatan Sistem Pendataan Pendidikan Dasar angkatan III di Park Hotel, Bandung, Jawa Barat, Senin malam, (12/05/2014).
“Buatlah suatu agenda untuk mengecek dan memperbaiki apakah reliabilitas data sudah bisa kita pegang untuk perencanaan,” saran Thamrin.
Ia mengatakan, dengan data yang valid, perhitungan perencanaan dapat dilakukan dengan mudah. Perhitungan itu, misalnya, berapa anggaran yang dibutuhkan seorang siswa terhadap buku.
ToT angkatan III diikuti oleh petugas KK Datadik Kabupaten/Kota dari Provinsi Jawa timur, DKI Jakarta, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, dan Papua. Mereka mengikuti pelatihan selama tiga hari terkait pemanfaatan aplikasi berbasis Dapodikdas.
ToT Pemanfaatan Sistem Pendataan Pendidikan Dasar diselenggarakan untuk memperkuat sekaligus mengenalkan aplikasi-aplikasi pemanfaatan Data Pokok Pendidikan Dasar 2014 yang dapat dipergunakan oleh direktorat teknis di lingkungan Ditjen Dikdas, Pusat Data dan Statistik Pendidikan, serta Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. (Billy Antoro)

Posted in Uncategorized

APLIKASI DAPODIKMEN


INSTALLER DAPODIKMEN 8.00

SILAHKAN DOWNLOAD

Posted in Uncategorized

Program Penanaman Pohon Greenschool di Lingkungan SD


Dalam mensukseskan program penghijauan sekolah (Green School) dinas pendidikan Kota Singkawang beserta jajaran guru dan kepala sekolah melakukan program penanaman pohon di lingkungan Kota Singkawang. Pada hari kamis dan jumat tanggal 19 dan 20 Januari 2012 yang lalu SDN 03 dan SDN 06 Tengah yang kebagian didatangi oleh kabid DIKDAS dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang.

Acara penanaman pohon dalam rangka sekolah hijau (Green School) tersebut dihadiri oleh seluruh siswa dan siswi di lingkungan sekolah, seluruh Kepala Sekolah Gugus 3 Singkawang Tengah, serta seluruh guru dan kepala sekolah se kecamatan Singkawang Tengah dan Timur. Acara penanaman pohon berjalan dengan lancar disaksikan oleh seluruh peserta diiringi dengan canda gurau dari peserta serta guru dan kepala sekolah yang hadir.

Diharapkan program Sekolah Hijau (green School) ini dapat di sebar luaskan serta di laksanakan di seluruh sekolah yang ada di lingkungan pemerintahan Kota singkawang dalam rangka mempercantik sekolah dengan penghijauan serta mensukseskan program dunia dalam menghentikan Global Warming yang semakin mengancam dunia kita. Admin

Posted in BERITA

Uji Kompetensi


Jakarta — Kompetensi guru tetap menjadi fokus perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M.Nuh menyatakan, profesionalisme guru harus mencakup empat kompetensi yaitu akademik, sosial, profesi, dan pedagogik. Untuk itu, uji kompetensi akan diberlakukan tahun ini kepada para guru, terutama guru baru yang belum mendapatkan sertifikasi. Hal yang terpenting, uji kompetensi itu tidak akan melampaui batasan guru yang bertugas. Artinya, materi yang diujikan adalah materi sesuai dengan jenjang pendidikan yang diajar.

Menteri Nuh mencontohkan, seorang guru sekolah dasar (SD) akan mendapatkan materi pelajaran SD untuk uji kompetensi, bukan perguruan tinggi. “Sehingga, guru tidak perlu khawatir dengan uji kompetensi ini. Uji ini untuk memastikan guru mengajar sesuai dengan materi bahan ajarnya” kata Menteri Nuh di sela-sela konferensi video dengan para rektor, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi, dan guru di Ruang Situasi Kemdikbud, Senin (16/12).

Mendikbud menambahkan, uji kompetensi hanya diberlakukan bagi para guru yang belum mendapat sertifikasi. “Jadi, bagi guru yang sudah sertifikasi terus berjalan seperti biasa.” (Grace)www.kemdiknas.go.id

Posted in BERITA | Tagged